Kebahagiaan, kesengsaraan, kecemasan dan ketenangan manusia muncul dari dalam dirinya sendiri. Sebenarnya ia sendirilah yang memberi warna pada kehidupanya dengan warna-warna cemerlang atau yang pudar, sebagaimana warna cairan mirip dengan warna wadah yang diisinya.
''Barangsiapa rela maka baginya kerelaan, dan barangsiapa benci maka baginyalah kebencian.''
Sesungguhnya seseorang tidak dapat mengingkari pengaruh yang kuat dari moral/spirit itu, terhadap perseorangan dan masyarakat.
Modal agama yang kokoh dan jalan yang luhur itulah yang lebih berguna dan lebih memungkinkan untuk mencapai kemenangan daripada sesuatu yang lain
Seseorang yang tumbuh kepercayaanya terhadap dirinya tidak akan mundur menghadapi kehidupanya hanya karena kekurangsempurnaan pada badanya atau karena keadaannya yang sengsara. Maka kadang-kadang itu menjadi suatu faktor pendorong yang membangkitkan semangat dan harga dirinya.
No comments:
Post a Comment