Bayangkan suatu waktu anda pergi ke suatu yayasan yang mengurusi kematian. Bayangkan, anda kemudian membeli satu peti jenazah untuk diri anda sendiri. Setelah itu anda masuk ke dalam peti jenazah tersebut dan minta diantarkan ke kuburan.
Orang-orang mulai berdatangan, menghadiri pemakaman anda. Setelah selesai dikuburkan, kemudian ada beberapa orang yang memberi kata sambutan.
Sambutan yang pertama diberikan oleh keluarga Anda, mungkin bapak, ibu, istri, anak, atau paman Anda. Sambutan kedua diberikan oleh rekan kerja Anda atau teman kuliah.
Sambutan ketiga diberikan oleh teman sepergaulan Anda.
Sambutan keempat diberikan oleh pengurus mesjid atau anggota organisasi tempat Anda berada.
Sekarang, coba bayangkan apa yang inginkan Anda dengar dari orang-orang tersebut di atas tentang diri Anda ? Di mana saat ini Anda tidak punya hak jawab! Anda tidak bisa mengatakan, ''Oh tidak! Saya tidak seperti yang mereka katakan. Tidak!''
Kata sambutan seperti apa yang anda inginkan tentang diri Anda ? Di sinilah, seseorang tidak mungkin berbasa-basi. Semua yang mereka katakan otomatis benar adanya. Benar dalam pengertian itulah kesan mereka tentang diri Anda. Hal ini sama seperti orang-orang terdahulu yang ditulis dalam sejarah. Mereka tidak dapat mengatakan benar atau tidak terhadap apa yang ditulis sejarawax tentang diri mereka.
Sekarang, di saat hari pemakaman Anda, Anda ingin dikenang sebagai apa ? Anda ingin mati sebagai apa ? Jika Anda dapat menjawab pertanyaan ini, maka itulah tujuan hidup Anda.
Itulah misi hidup anda.
No comments:
Post a Comment